Saturday, June 25, 2016

Pengembangan Sistem Informasi

Pada halaman sebelumnya tentang definisi sistem informasi, membahas sekilas tentang pengembangan sistem informasi. Perlukah pengenmbangan sistem informasi pada zaman sekarang?
Dengan seiringnya perkembangan jaman maka sebuah sistem tentu tidak selamanya dapat digunakan dengan baik. Untuk itu perlu ada perubahan terhadap sistem tersebut baik dengan cara memperbaiki sistem yang lama atau pun jika perlu untuk mengganti sistem yang lama. Ada beberapa hal yang mendasari hal tersebut, antara lain:
- Ada permasalahan pada sistem yang lama.
Permasalahan yang dimaksud disini seperti adanya ketidakberesan pada sistem yang lama sehingga hasilnya pun tidak sesuai dengan yang diharapkan. Contohnya: terdapat kesalahan-kesalahan baik yang disengaja atau pun tidak yang menyebabkan data pada suatu perusahaan tidak dapat terjamin kebenarannya, adanya kesempatan atau peluang anggota dari sistem tersebut untuk melakukan kecurangan. Permasalahan yang lain juga dapat disebabkan oleh pertumbuhan organisasi tersebut. Contohnya: pada sebuah perusahaan perdagangan yang berkembang yang sebelumnya hanya sebatas dalam kota, kini tumbuh hingga skala nasional bahkan internasional. Pertumbuhan organisasi (perusahaan) memaksa sistem yang dimiliki sebelumnya harus disesuaikan dengan kebutuhan kerja dari perusahaan tersebut, misalnya transaksi yang sebelumnya bersifat konvensional kini lebih modern dengan memanfaatkan internet.
- Untuk meraih kesempatan (opportunities).
Sebuah sistem harus diperbaiki atau dikembangkan juga disebabkan untuk meraih kesempatan dari suatu organisasi atau perusahaan. Misalnya pada tingkat manajer pada sebuah perusahaan dituntut untuk cepat menghasilkan suatu kebijakan agar perusahaan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, sehingga perusahaan tersebut memanfaatkan Sistem Pendukung Keputusan agar kebijakan yang didapat lebih cepat.
- Adanya instruksi-instruksi (directives).
Sistem harus diperbaharui atau dikembangkan juga disebabkan oleh faktor eksternal seperti pemerintah. Adanya kebijakan-kebijakan pemerintah memaksa sebuah perusahaan menggunakan sistem yang tidak bertentangan dengan kebijakan tersebut.

Pengembangan atau pembuatan sebuah sistem tentu tidak memakan biaya yang sedikit, sehingga organisasi harus secara bijak menentukan apakah sistem yang digunakan masih layak untuk dipakai atau sudah harus dikembangkan atau diganti. Indikator-indikator yang menyebabkan sistem yang lama harus diperbaiki, ditingkatkan bahkan diganti keseluruhannya adalah adanya:
  • keluhan dari pelanggan 
  • pengiriman barang yang sering tertunda 
  • pembayaran gaji yang terlambat 
  • laporan yang tidak tepat 
  • waktu isi laporan yang (sering) salah 
  • tanggung jawab yang tidak jelas 
  • waktu kerja yang berlebihan 
  • ketidakberesan kas 
  • produktivitas tenaga kerja yang rendah 
  • banyak pekerja yang menganggur 
  • kegiatan yang tumpang tindih 
  • tanggapan yang lambat terhadap konsumen 
  • kehilangan kesempatan kompetisi pasar
  • kesalahan-kesalahan manual yang tinggi 
  • persediaan barang yang terlalu tinggi 
  • pemesanan kembali barang yang tidak efisien 
  • biaya operasi yang tinggi 
  • file-file yang kurang teratur
  • keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran
  • investasi yang tidak efisien 
  • peramalan penjualan dan produksi tidak tepat 
  • kapasitas produksi yang menganggur (idle capacities) 
  • pekerjaan manajer yang terlalu praktis.
Pengembangan sistem informasi dilakukan untuk mendukung kegiatan bisnis dalam organisasi, tahapannya terdiri dari inisialisasi, analisis, desain, dan implementasi. Pengembangan sistem informasi dapat berupa pembuatan suatu sistem baru maupun penambahan atau perubahan modul pada sistem yang sudah ada. Secara umum, alur pengembangan suatu sistem informasi mempunyai beberapa tahapan. Tahapan pengembangan sistem informasi sering kali disebut juga sebagai System Development Life Cycle (SDLC).


EmoticonEmoticon